PERBANDINGAN TINGKAT DAYA SAING ANTARA KABUPATEN DAN KOTA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN LOKAL
Abstract
Daya saing sektoral diperlukan pada berbagai tingkat, baik ditingkat nasional maupun daerah. Daya saing tersebut paling tidak didasarkan pada sumber daya yang dimiliki secara lokal dan kemampuan dalam menyerap tenaga kerja. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi daya saing sektoral antara Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Analisis dilakukan dengan menggunakan alat analisis location quotient dengan menggunakan data dari tahun 2013 sampai dengan 2019. Kabupaten Sleman memiliki 7 (tujuh) sektor yang memiliki daya saing dilihat dari nilai LQ yang lebih besar dari 1, sedangkan Kota Yogyakarta terdapat 10 (sepuluh) sektor yang memiliki keunggulan dalam hal daya saing. Dari sektor yang memiliki daya saing tersebut, beberapa sektor yang memiliki kesamaan daya saing adalah sektor industri pengolahan, sektor penyediaan komodasi dan makanan minuman, sektor real estat, sektor jasa perusahaan, dan sektor jasa
pendidikan. Sementara daya saing Kabupaten Sleman yang tidak dimiliki oleh Kota Yogyakarta adalah sektor kontruksi. Kontribusi penelitian ini adalah dalam bentuk alaisis yang dilakukan pada tingkat sektoral, tetapi dilengkapi sampai tingkat produk melalui wawancara mendalam.
Kata Kunci: daya saing, Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Location quotient, sektoral